Buka Mata Hatimu Mr.Presiden sebelum Korban Bencana Menutup Mata

Buka Mata Hatimu Mr.Presiden sebelum Korban Bencana Menutup Mata

Jakarta: pas-tv.com (13-12-25)

Akankah Aceh tenggelam dari tragedi bencana ke bencana, dari Darurat Militer ke Darurat sipil, dari Tsunami Air Laut masuk kota ke Banjir Bandang, Air Gunung tumpah ruah dengan seisi pohon kayunya meluluh lantahkan hampir seluruh Daerah di Provinsi Aceh melebihi Kerusakan dari Tsunami yg lalu,

Kemana tanggung jawab Pemerintah tidak mengantisipasi ini, Semua hutan sudah di gunduli, alih fungsi lahan hutan yg sembarangan, konversi hutan, dan konvesasi hutan lindung yg tak mampu melindungi masyarakat dari akibat salah kebijakan tetang pengelolaan hutan,

Kini Hutan kita bertahap lenyap, fakta di lapangan dan banyak Data yg ada di Kementerian Kehutanan data Dunia NGO dan lain lain yg semua mengatakan tingkat Kerusakan Hutan dari tahun ke tahun terus meningkat dan efek dari itu bisa menengelamkan hutan itu sendiri bila tidak diatasi.

Dari sumber data Kompas mengungkap bahwa, selama 1990-2024, hilangnya hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rata-rata 36.305 hektar per tahun. Jika dikonversikan per hari, ditemukan angka 99,46 ha hutan hilang per hari.

Angka ini setara dengan hilangnya 139 lapangan sepak bola per hari. Adapun ukuran lapangan sepak bola adalah 7.140 meter persegi menurut standar FIFA. Secara agregat, kehilangan hutan dalam 34 tahun seluas 1,2 juta ha setara dengan luas dua kali Pulau Bali.

Tahun 1990, data dari laman pemetaan MapBiomas Indonesia menunjukkan, masih ada 9,49 juta ha hutan. Pada 2024 berkurang menjadi 8,26 juta ha. Penyusutan area hutan tertinggi terjadi di Sumatera Utara (Sumut), yakni 500.404 ha. Adapun penyusutan hutan di Aceh 379.309 ha dan Sumatera Barat (Sum- bar) 354.651 ha.

Penyusutan hutan pada 1990-2024 menjadi 690.777 ha lahan sawit, kawasan tambang 2.160 ha, kawasan perkotaan 9.666 ha, hutan tanaman industri (HTI) 69.733 ha. Sisanya, sekitar 1 juta ha, merupakan fungsi lahan, seperti pertanian, hutan bakau, dan karamba.

Dan ini bukti seolah Pemerintah tidak peduli atau tidak mampu menjaga kelestarian Hutan negeri ini,  sampai terjadi bencana yg mengerikan ini, dan mata kita baru terbuka, siapa yg bermain dan menyebabkan kerusakan hutan.

Pemerintah berjanji menelusuri berbagai perusahaan yang aktivitasnya turut memicu banjir dan longsor di Pulau Sumatra.

Nama Presiden Prabowo jadi salah satu yang disebut aktivis sebagai pemilik salah satu konsesi hutan di Aceh.  

Tapi, apakah perusahaan milik Prabowo tersebut menjadi salah satu penyebab langsung keparahan bencana yang terjadi?

Jangan tutup mata Pak Presiden, buka mata hatimu, kini sumatera berduka, Darurat Kemanusiaan di depan Mata kita semua,

Lakukan dan kerahkan semua kekuatan bangsa ini, Meski bukan dengan mukzijat Tongkat Nabi Musa, Presiden punya Tongkat Komando, punya Kuasa ambil Kebijakan dan Keputusan cepat dengan Pengawasan melekat, Jagan sampai terlambat sebelum rakyat menutup Mata, ini bukan bencana biasa.

#catatan: sebelum indonesia benar benar bubar karena bencana

#curhatrakyat: Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Leuser (FKML) Burhan Alpin