Keluarga Bocah SD NTT ( yang Bvnuh D*ri) Tak Pernah Terima Bansos Hanya Karena Administrasi

Keluarga Bocah SD NTT ( yang Bvnuh D*ri)  Tak Pernah Terima Bansos Hanya Karena Administrasi

NTT : pas-tv.com 

Sangat Menyedihkan dan menjadi Tamparan Keras bagi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, Di Desa Naruwolo, Ngada, NTT, seorang bocah berusia 10 tahun berinisial YBR harus pergi terlalu cepat. Bukan karena sakit, melainkan karena beban hidup yang terlalu berat untuk pundak kecilnya. Diduga, ia menyerah karena rasa malu dan sedih tak mampu membeli perlengkapan sekolah.

Tragedi ini menyingkap tabir pahit: Keluarga YBR tidak pernah mencicipi satu rupiah pun bantuan sosial (Bansos).

Bukan karena mereka mampu, tapi karena "selembar kertas" administrasi. Sang ibu sudah 11 tahun tinggal di Ngada, namun status KTP-nya masih tertinggal di kabupaten tetangga, Nagekeo. Selama satu dekade lebih, kemiskinan mereka menjadi "tak terlihat" oleh sistem negara hanya karena urusan domisili.

Kini, setelah nyawa YBR tak lagi ada, birokrasi baru bergerak cepat. Dinas Dukcapil Ngada langsung turun tangan melakukan "jemput bola" untuk mengurus perpindahan kependudukan mereka.

"Besok seluruh dokumen kependudukan sudah selesai," ujar Kepala Dukcapil Ngada.

Namun, bagi YBR, "besok" itu sudah terlambat. Dokumen yang selesai dalam sehari itu tak mampu lagi membelikannya seragam atau buku sekolah yang ia impikan. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi kita semua: Birokrasi seharusnya menyelamatkan nyawa, bukan malah menjadi penghalangnya.

Selamat jalan, YBR. Semoga di sana, kamu tak perlu lagi memikirkan biaya untuk bersekolah.

Sumber : Tim (fb)