Rakyat Menolak Pilkada Di Pilih Dewan, Money Politik Serangan Fajar Pindah Ke Elit Partai
Jawa Timur : pas-tv
Dari berbagai Aspiraai Rakyat di Daerah Banyak Menolak Pilkada di pilih oleh Dewan, Masyarakat menyanyakan itu sebagai Kemunduran Demokrasi kembali lagi ke masa lalu.
Hal itu disampaikan Rifki Darwanus, pedagang rujak di Lumajang, Jawa TImur, menolak wacana perubahan pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Ia mengatakan, perubahan pemilihan kepala daerah melalui DPRD tidak serta-merta memangkas biaya politik.
"Tidak setuju, kalau alasannya biaya politik mahal, nanti bisa jadi serangan fajarnya pindah ke DPRD," ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Ia khawatir, saat pemilihan langsung dihilangkan, para pemimpin tidak lagi mendengarkan aspirasi masyarakat kelas bawah.
"Kalau yang milih DPRD, yang dibela pasti juga mereka," ucapnya.
Wacana agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD kembali mencuat setelah disuarakan Presiden Prabowo Subianto dan Partai Golkar.
Partai Partai seperti Gerindra secara tegas mendukung wacana tersebut. Sejumlah partai politik lain seperti PAN dan PKB menilai usulan itu layak dipertimbangkan.
Salah satu alasannya untuk memangkas biaya politik yang kian mahal dari tahun ke tahun. dan Jaminan Pilkada lebih mudah diawasi ke depanya.
Sumber : Tim (mm)
Komentar via Facebook